Bayareacan

Tips Dan Belajar Tentang Kesehatan

×

Daun Pun Bisa Jadi Sumber Inspirasi Bagian 2

Pilih Komersial Dibanding Residensial

Saat ditanya lebih suka mendesain bangunan komersial atau residensial, Jenny mengaku menikmati keduanya. “Dulu, saya kurang enjoy mengerjakan proyek residensial karena lama dan terkesan membosankan. Memusingkan juga kalau mengerjakan proyek klien yang tidak mengerti maunya apa. Mereka suka berganti-ganti maunya dan membuat prosesnya menjadi lama,” keluhnya.

Menurutnya, bila ingin menjadi seorang desainer residensial harus desainer yang benar-benar “kuat”, yang bisa mengarahkan kliennya untuk tetap di jalurnya, dan tidak berubah-ubah maunya. “Kalau desainer tidak bisa mengarahkan klien, proses desain akan menjadi lama dan hasilnya tidak keruan,” ujarnya. Namun, saat ini Jenny mengaku lebih senang mendesain proyek komersial karena prosesnya yang cepat. “Saya enjoy juga sebenarnya mendesain residensial tapi mungkin untuk klien yang sudah mengerti saya dan saya juga sudah mengerti klien sehingga saya mengerti taste-nya dia.

Karena saya sebenarnya suka juga mendesain rumah,” akunya. Saat ini, bersama ICONIC, Jenny telah sukses mendesain interior lebih dari 300 salon dan spa, di berbagai kota di Indonesia dan di negara lainnya di Asia, seperti India, Dubai, dan Singapura. Selain salon dan spa, ia juga mendesain interior berbagai kafe, lounge, dan restoran, tidak hanya di Jakarta, melainkan juga di Malaysia, Singapura, dan Shanghai, Cina.

SEBAGAI PEMIMPIN

Posisinya sebagai Design Director dan memimpin beberapa arsitek serta desainer interior di perusahaannya, membuat Jenny harus mencontohkan perilaku yang positif kepada mereka. Beberapa nilai positif pun ia tanamkan di perusahaannya, mulai dari nilai kejujuran, pentingnya komunikasi, dan loyalitas terhadap klien, perusahaan, dan proyek yang mereka handle. “Think out of the box, open your mind, and do something creative.

Saya juga selalu mendorong teman-teman untuk melakukan hobi mereka karena penting untuk mengistirahatkan pikiran. Hidup itu harus seimbang. Segala yang diforsir itu tidak baik dan yang penting badan harus sehat!,” ujarnya sambil tertawa. Jenny bermimpi suatu hari nanti ICONIC bisa menjadi multinational company yang bisa memiliki cabang di manamana. “It’s not about Jenny Kartika tapi ICONIC. Saya mau orang mengenal ICONIC Design, bukan hanya saya yang dikenal,” tutupnya seraya mengaminkan mimpinya tersebut.